
XIII KOTO KAMPAR — Pemerintah Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, terus mendorong transformasi digital sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terbaru, Kepala Desa Pulau Gadang, Syofian, SH., MH., Dt. Majosati, secara resmi meluncurkan Peta Potensi Desa Pulau Gadang berbasis barcode, Jumat (4/9/2026).
Inovasi tersebut merupakan gagasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pulau Gadang.
Peta Potensi Desa berbasis digital ini dirancang sebagai One Stop Information, yakni pusat informasi yang mengintegrasikan berbagai data dan informasi mengenai potensi Desa Pulau Gadang dalam satu platform yang mudah diakses masyarakat.
Melalui sistem tersebut, masyarakat maupun pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai berbagai potensi desa, mulai dari UMKM, BUMDes, produk unggulan, destinasi wisata, objek wisata, hingga berbagai potensi ekonomi dan sosial lainnya.
Menariknya, setiap potensi yang ditampilkan juga dilengkapi dengan mapping lokasi, sehingga pengunjung dapat mengetahui posisi sekaligus akses menuju lokasi yang ingin dituju.
Sistem tersebut memberikan kemudahan bagi siapa saja yang datang ke Desa Pulau Gadang. Pengunjung cukup melakukan scan barcode menggunakan telepon seluler, kemudian berbagai informasi mengenai potensi desa dapat langsung diakses.
Dengan hadirnya inovasi ini, Desa Pulau Gadang tidak hanya memiliki peta potensi dalam bentuk fisik, tetapi juga menghadirkan sistem informasi digital yang dapat menjadi etalase potensi desa sekaligus sarana promosi bagi pelaku UMKM, BUMDes dan berbagai sektor unggulan lainnya.
Kepala Desa Pulau Gadang, Syofian, SH., MH., Dt. Majosati, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UMRI yang telah melahirkan inovasi tersebut.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat nyata dan dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibuat oleh anak-anak KKN UMRI ini. Peta Potensi Desa berbasis barcode ini merupakan langkah positif dalam memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan seluruh potensi yang dimiliki Desa Pulau Gadang,” ujar Syofian.
Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti setelah masa pelaksanaan KKN berakhir. Pemerintah desa, kata dia, akan terus mendorong agar sistem tersebut dapat dikembangkan dan diperbarui secara berkala.
“Ke depan, kita ingin setiap potensi yang ada di desa dapat terdata, terpetakan dan mudah ditemukan masyarakat. Cukup dengan satu kali scan, pengunjung bisa mengenal Pulau Gadang lebih jauh,” tambahnya.
Menurutnya, digitalisasi informasi desa merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memberikan pelayanan yang semakin mudah, cepat dan efisien kepada masyarakat.
Peluncuran Peta Potensi Desa berbasis barcode tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Pulau Gadang untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadikan digitalisasi sebagai salah satu sarana strategis dalam mengembangkan potensi desa.
Tidak hanya sebagai pusat informasi, inovasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang promosi yang lebih luas bagi produk lokal, UMKM, BUMDes serta sektor pariwisata Desa Pulau Gadang.
Dengan demikian, potensi desa yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat luas dapat lebih mudah ditemukan dan dikenal oleh para pengunjung.
Pulau Gadang kini tidak hanya memiliki potensi yang beragam, tetapi juga memiliki cara baru untuk memperkenalkannya kepada dunia. Cukup dengan satu kali scan, berbagai potensi desa dapat dikenal lebih jauh.
(Syofian, SH., MH., Dt. Majosati)













