
KAMPAR – Komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan terus diwujudkan jajaran Polsek Kampar. Salah satunya melalui kegiatan Panen Jagung Pipil Kuartal II Program Asta Cita yang digelar di Desa Kayu Aro, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung Senin, 10 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, S.H. dan dilaksanakan di lahan Pemerintah Desa Kayu Aro yang menjadi salah satu lokasi pengembangan tanaman jagung dalam program ketahanan pangan.
Panen tersebut merupakan bagian dari rangkaian panen jagung pipil Kuartal II yang dilaksanakan jajaran Polsek Kampar pada 10 hingga 12 Agustus 2026.
Turut hadir Kanit Sabhara IPTU Taufik Hidayat, Kanit Bimas IPTU Juli Suprial Ritonga, Koordinator BPP beserta tim penyuluh, Kepala Desa Kayu Aro Parmono, Polisi Penggerak Ketahanan Pangan Desa Kayu Aro Aipda Romy Chandra, Ketua Kelompok Tani Hijrah Lestari Deni, mahasiswa KKN UNILAK, perangkat desa serta sejumlah undangan lainnya. Total peserta yang hadir sekitar 20 orang.
Panen 6 Ton dari Lahan 2 Hektare
Dalam panen tersebut, tanaman jagung dikembangkan pada lahan tumpang sari seluas 2 hektare dengan menggunakan bibit sekitar 30 kilogram.
Lahan tersebut dikelola bersama Kelompok Tani Hijrah Lestari Desa Kayu Aro dengan pendampingan dari jajaran kepolisian, pemerintah desa dan penyuluh pertanian.
Dari lahan seluas 2 hektare itu, hasil panen mencapai kurang lebih 6.000 kilogram atau 6 ton jagung pipil.
Hasil tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pemanfaatan lahan produktif melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh dan masyarakat mampu menghasilkan produksi pangan yang cukup signifikan.
Kapolsek: Ketahanan Pangan Membutuhkan Sinergi
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid mengatakan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus mendorong masyarakat agar semakin aktif memanfaatkan lahan produktif.
«“Kegiatan panen jagung ini merupakan wujud dukungan kami terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami berharap hasil yang dicapai dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan kelompok tani untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” ujar AKP Asdisyah.»
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, mahasiswa dan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi Kelompok Tani Hijrah Lestari serta Pemerintah Desa Kayu Aro yang telah berperan dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan pertanian tersebut.
Polri Hadir Dorong Produktivitas Pertanian
Program panen jagung tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat desa.
Keberadaan Polisi Penggerak Ketahanan Pangan Desa Kayu Aro, Aipda Romy Chandra, turut memperkuat pendampingan dan koordinasi di lapangan dalam mendukung pelaksanaan program.
Dengan capaian sekitar 6 ton jagung pipil dari lahan seluas 2 hektare, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendorong petani meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa dukungan Polri terhadap program pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung bersama masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan menuju Swasembada Pangan Nasional 2026.
Lp. Indra Ef..












