Kampar – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, salah satunya melalui program pembangunan jalan produksi yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan, Jumat (03/04).
Program jalan produksi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membuka akses ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perkebunan, sehingga hasil produksi petani dapat lebih mudah terdistribusi dan bernilai ekonomi lebih baik.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim, menegaskan bahwa pembangunan jalan produksi bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perencanaan yang terstruktur dan berbasis kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program jalan produksi ini tidak berdiri sendiri atau tanpa dasar, tetapi melalui tahapan perencanaan yang jelas dan terarah. Program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme resmi mulai dari Musrenbang desa, kecamatan, hingga kabupaten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh usulan masyarakat kemudian diselaraskan dengan dokumen perencanaan daerah seperti RKPD, ditetapkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), serta memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah (Perda).
Dengan demikian, pelaksanaan program tersebut bersifat aspiratif, terencana, legal, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Marahalim menyampaikan bahwa pembangunan jalan produksi juga merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap kebijakan nasional, khususnya dalam penguatan sektor perkebunan kelapa sawit sebagai komoditas strategis.
“Kelapa sawit merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar negara, berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan, serta menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah pusat juga terus mendorong berbagai program strategis seperti peningkatan produktivitas sawit rakyat, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta penguatan hilirisasi dan daya saing global.
Karena itu, kesiapan infrastruktur daerah, khususnya jalan produksi, menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut.
“Jalan produksi berfungsi sebagai penghubung kebun masyarakat dengan pabrik, memperlancar distribusi hasil panen, serta menjaga kualitas dan harga tandan buah segar (TBS),” tambahnya.
Ia menegaskan, pembangunan jalan produksi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, mulai dari efisiensi biaya angkut, peningkatan harga jual petani, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi di pedesaan.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap pemerataan pembangunan tidak hanya terlihat dari aspek infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sektor perkebunan.












