Dari Riuh Kekaguman ke Sunyi Pilu: Lumba-lumba Sungai Rohul Akhirnya Tumbang

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rohul|Beberapa waktu lalu, warga Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sempat dibuat heboh sekaligus gembira oleh sebuah fenomena alam yang langka dan menakjubkan. Sungai Batang Lubuh, atau yang dikenal juga sebagai Sungai Rokan Kanan, yang biasanya hanya dilintasi kapal kecil dan ikan air tawar, mendadak menjadi panggung bagi seekor mamalia laut yang cerdas: Lumba-lumba.

​Kemunculan satwa ini sontak menjadi viral, memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bahkan, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, secara langsung membenarkan kabar tersebut dan segera mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat. Beliau meminta agar kelestarian lumba-lumba yang tersasar jauh dari habitat aslinya ini dapat dijaga sebaik mungkin. Ada harapan, di balik kekaguman itu, bahwa sang lumba-lumba akan menjadi simbol keasrian Sungai Rokan Kanan.

​Namun, kegembiraan itu kini telah sirna, digantikan oleh rasa pilu dan kekecewaan. Pada hari Senin, 15 Desember 2025, pagi hari, Lumba-lumba yang sempat mencuri perhatian publik tersebut, kini kembali viral, namun bukan karena aksi lincahnya melompat ke permukaan air.

​Mamalia laut itu ditemukan terdampar dan tak bernyawa di pinggiran sungai, tepatnya di kawasan Dusun Surau Munai, Kecamatan Kepenuhan Hulu, oleh warga sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Penemuan tragis ini menyisakan tanya besar: Apa yang menyebabkan lumba-lumba, yang dikenal tangguh di lautan, harus berakhir pilu di perairan hulu sungai ini? Apakah faktor lingkungan, perubahan kualitas air, atau kelelahan setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh menjadi penyebabnya, masih perlu didalami lebih lanjut.

​Mendapat laporan mengenai kematian satwa yang telah menjadi ikon lokal sesaat itu, Bupati Anton, ST, MM, segera memberikan instruksi. Beliau meminta agar lumba-lumba tersebut segera diurus.

Baca Juga:  Brimob Polda Riau Tegaskan Komitmen, Program Makan Bergizi Gratis Polri Diawasi Ketat

​”Saya meminta masyarakat segera menguburkan Ikan (Lumba-lumba) itu. Jangan sampai dibiarkan membusuk di air karena dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan bau,” ujar Bupati Anton melalui pihak terkait.

​Instruksi ini pun disambut sigap oleh perangkat desa dan masyarakat setempat. Prosesi penguburan hewan yang seharusnya hidup bebas di samudra luas itu dilakukan dengan penuh penghormatan dan disaksikan langsung oleh Camat Kepenuhan Hulu, Junaidi, S.IP, M.Si, dan Kepala Desa Kepenuhan Hulu, Nurhadi.AS.

​Kematian lumba-lumba ini menjadi sebuah pengingat pahit bagi masyarakat Rokan Hulu. Peristiwa ini bukan hanya sekadar berakhirnya kisah seekor hewan, tetapi juga sebuah refleksi tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai. Sungai Batang Lubuh mungkin telah kehilangan ikon sementaranya, tetapi tragedi ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif untuk melindungi kebersihan dan kelestarian perairan, agar satwa-satwa langka yang tersasar atau bahkan biota asli sungai dapat tetap lestari. (Kominfo/hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Luar HGU, Warga Kota Garo Gelar Aksi Damai di PT Sekar Bumi Alam Lestari
Dua Perusahaan Mitra Diduga Dikondisikan Jadi Korban — Ada Apa yang Disembunyikan RSUD Raja Ahmad Tabib di Balik Tunggakan Rp460 Juta?
Gelper Berkedok Hiburan Keluarga di Batam Disorot, Dugaan Praktik Judi di SKY GAME Tuai Pertanyaan Publik
Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Maritim Mengemuka, Aktivitas di PT Marinatama Gema Nusa Disorot
Gelper di Kavling Seroja Disorot, Dugaan Praktik Judi Berkedok Hiburan Tuai Sorotan Warga
Solar Diduga Dipindahkan ke Mobil Tangki dari Pelabuhan Tak Resmi di Sagulung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan
Pemerintah Desa Senderak Apresiasi Atas Kehadiran Langsung Camat Bengkalis dalam Kegiatan BEDAK
Diduga Praktik Judi Berkedok Hiburan Malam di MILKY WAY FAMILY KTV Batam, Publik Desak APH dan Dinas Terkait Bertindak Tegas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:21 WIB

Diduga Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Luar HGU, Warga Kota Garo Gelar Aksi Damai di PT Sekar Bumi Alam Lestari

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:35 WIB

Dua Perusahaan Mitra Diduga Dikondisikan Jadi Korban — Ada Apa yang Disembunyikan RSUD Raja Ahmad Tabib di Balik Tunggakan Rp460 Juta?

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:58 WIB

Gelper Berkedok Hiburan Keluarga di Batam Disorot, Dugaan Praktik Judi di SKY GAME Tuai Pertanyaan Publik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:43 WIB

Gelper di Kavling Seroja Disorot, Dugaan Praktik Judi Berkedok Hiburan Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:04 WIB

Solar Diduga Dipindahkan ke Mobil Tangki dari Pelabuhan Tak Resmi di Sagulung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan

Berita Terbaru