Ali Akbar Siregar Jelaskan Alasan Blokir WA Wartawan: Merasa Dikejar-kejar Padahal Tidak Memiliki Gudang BBM

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru — Setelah mencuatnya pemberitaan yang menyebut bahwa Ali Akbar Siregar memblokir nomor WhatsApp awak media saat dikonfirmasi terkait dugaan penimbunan BBM bersubsidi, pihak Ali Akbar akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Ia membenarkan bahwa nomor WhatsApp yang dihubungi wartawan tersebut adalah benar miliknya. Namun, ia menegaskan bahwa pemblokiran dilakukan bukan karena menghindar, melainkan karena merasa terganggu dan risih atas tuduhan yang sudah berkali-kali ia bantah. Senin 8 Desember 2025.

Ali Akbar menegaskan bahwa ia tidak memiliki gudang BBM, tidak terlibat dalam aktivitas penimbunan, dan namanya telah berkali-kali dicatut dalam isu yang tidak berdasar. Namun, meski sudah beberapa kali menegaskan bahwa ia tidak memiliki gudang BBM, pesan-pesan wartawan yang datang terus-menerus dianggapnya sudah mengarah pada tekanan psikologis.

“Ya, nomor itu memang nomor saya. Tapi saya blokir karena saya sudah berkali-kali bilang bahwa saya tidak punya gudang BBM. Namun saya terus dihubungi seolah-olah saya pelakunya. Jujur, saya risih dan terganggu,” jelas Ali Akbar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa pemblokiran bukanlah bentuk pelarian atau upaya menutupi sesuatu, tetapi karena merasa bahwa penekanan pertanyaan yang sama terus-menerus adalah bentuk intimidasi, sementara ia tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.

Fakta Lapangan Sudah Tegas: Tidak Ada Gudang BBM

Sebelumnya, investigasi media pada Jumat (28/11/2025) di Jalan Budi Luhur, Kelurahan Sialang Sakti — lokasi yang dituding sebagai gudang penimbunan BBM — terbukti tidak menemukan adanya aktivitas penimbunan BBM. Lokasi tersebut kosong, tidak ada drum, tangki, peralatan pemindahan BBM, maupun aktivitas bongkar-muat.

Baca Juga:  DPRD Bengkalis Siap Mendukung Kebijakan Strategis Nasional Melalui Pengawasan Daerah

Kesaksian warga juga menyatakan bahwa lalu lintas truk di kawasan tersebut hanya menuju perumahan sekitar, bukan ke tempat penampungan BBM.

Merasa Sangat Dirugikan oleh Tuduhan yang Berulang

Ali Akbar mengaku bahwa isu-isu yang diarahkan kepadanya, mulai dari tuduhan rekaman percakapan, tuduhan memiliki gudang BBM, hingga tuduhan memblokir wartawan, merupakan rangkaian tekanan yang membuatnya tidak nyaman.

“Saya merasa sangat dirugikan. Nama saya terus disebut-sebut dalam isu yang sudah terbukti tidak benar. Ditambah lagi, saya terus ditelepon dan ditanya soal hal yang tidak pernah saya lakukan. Itu sebabnya saya memutuskan untuk memblokir. Bukan karena menghindar, tetapi karena saya manusia biasa yang juga punya batas kesabaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya sangat terbuka untuk dikonfirmasi asalkan dalam konteks yang objektif dan tidak menekan, serta tidak terus-menerus memaksakan narasi yang tidak berdasar.

Imbauan: Hormati Hak Klarifikasi, Jangan Memaksa Tuduhan

Ali Akbar berharap media tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dengan:

menjunjung prinsip verifikasi,

menghormati hak klarifikasi narasumber,

dan tidak memaksakan sudut pandang tertentu setelah bantahan disampaikan.

Dengan temuan lapangan yang menegaskan tidak adanya gudang BBM, serta penjelasan langsung dari Ali Akbar Siregar, jelas bahwa pemblokiran WhatsApp tersebut bukanlah bukti keterlibatan dalam kegiatan ilegal, tetapi bentuk respon terhadap tekanan dan fitnah yang terus diarahkan kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Luar HGU, Warga Kota Garo Gelar Aksi Damai di PT Sekar Bumi Alam Lestari
Dua Perusahaan Mitra Diduga Dikondisikan Jadi Korban — Ada Apa yang Disembunyikan RSUD Raja Ahmad Tabib di Balik Tunggakan Rp460 Juta?
Gelper Berkedok Hiburan Keluarga di Batam Disorot, Dugaan Praktik Judi di SKY GAME Tuai Pertanyaan Publik
Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Maritim Mengemuka, Aktivitas di PT Marinatama Gema Nusa Disorot
Gelper di Kavling Seroja Disorot, Dugaan Praktik Judi Berkedok Hiburan Tuai Sorotan Warga
Solar Diduga Dipindahkan ke Mobil Tangki dari Pelabuhan Tak Resmi di Sagulung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan
Pemerintah Desa Senderak Apresiasi Atas Kehadiran Langsung Camat Bengkalis dalam Kegiatan BEDAK
Diduga Praktik Judi Berkedok Hiburan Malam di MILKY WAY FAMILY KTV Batam, Publik Desak APH dan Dinas Terkait Bertindak Tegas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:21 WIB

Diduga Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Luar HGU, Warga Kota Garo Gelar Aksi Damai di PT Sekar Bumi Alam Lestari

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:35 WIB

Dua Perusahaan Mitra Diduga Dikondisikan Jadi Korban — Ada Apa yang Disembunyikan RSUD Raja Ahmad Tabib di Balik Tunggakan Rp460 Juta?

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:58 WIB

Gelper Berkedok Hiburan Keluarga di Batam Disorot, Dugaan Praktik Judi di SKY GAME Tuai Pertanyaan Publik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:43 WIB

Gelper di Kavling Seroja Disorot, Dugaan Praktik Judi Berkedok Hiburan Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:04 WIB

Solar Diduga Dipindahkan ke Mobil Tangki dari Pelabuhan Tak Resmi di Sagulung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan

Berita Terbaru