Pj Sekda Kampar Hadiri Rapat Tindak Lanjut Edaran Kemendagri Terkait WFH–WFO

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkinang Kota – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah, menghadiri rapat pembahasan tindak lanjut surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam penerapan sistem Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), yang digelar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Senin (6/4).

Rapat tersebut diikuti oleh para Staf Ahli Bupati, Asisten I, II, dan III Setda, kepala OPD, camat se-Kabupaten Kampar, serta para kepala bagian. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menyelaraskan kebijakan pusat dengan implementasi di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menegaskan pentingnya transformasi budaya kerja ASN agar lebih adaptif, profesional, serta mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perubahan pola kerja harus diiringi dengan peningkatan kualitas kinerja ASN. Kita dituntut tidak hanya bekerja, tetapi juga memberikan hasil yang nyata dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sistem penilaian kinerja ASN yang objektif, transparan, dan berbasis capaian kerja. Menurutnya, evaluasi kinerja harus benar-benar mencerminkan produktivitas serta kontribusi ASN dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga:  Ratusan Masyarakat Geruduk Kantor Walikota Desak Pemkot Pekanbaru Putus Kontrak Dengan PT Yabisa Sukses Mandiri Karna Dinilai Menyalahi Aturan Perparkiran

Terkait pengaturan WFH dan WFO, Ardi menekankan perlunya keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan optimalisasi pelayanan publik. Ia meminta setiap perangkat daerah mampu menyesuaikan pola kerja sesuai dengan kebutuhan masing-masing, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“WFH dapat menjadi solusi dalam kondisi tertentu, namun pelayanan publik tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, pengaturannya harus tepat, terukur, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Dalam diskusi, sejumlah peserta rapat juga menyampaikan tantangan di lapangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital serta mekanisme pengawasan kinerja ASN. Menanggapi hal tersebut, Pj Sekda mendorong peningkatan kapasitas teknologi informasi dan penguatan sistem monitoring berbasis digital.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya penyusunan rencana aksi transformasi budaya ASN di setiap perangkat daerah, penguatan sistem penilaian kinerja berbasis indikator yang terukur, serta penerapan WFH dan WFO secara fleksibel dengan tetap mengedepankan pelayanan publik yang optimal.

Melalui rapat ini, diharapkan tercipta birokrasi yang semakin modern, profesional, dan responsif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Kampar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Luar HGU, Warga Kota Garo Gelar Aksi Damai di PT Sekar Bumi Alam Lestari
Dua Perusahaan Mitra Diduga Dikondisikan Jadi Korban — Ada Apa yang Disembunyikan RSUD Raja Ahmad Tabib di Balik Tunggakan Rp460 Juta?
Gelper Berkedok Hiburan Keluarga di Batam Disorot, Dugaan Praktik Judi di SKY GAME Tuai Pertanyaan Publik
Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Maritim Mengemuka, Aktivitas di PT Marinatama Gema Nusa Disorot
Gelper di Kavling Seroja Disorot, Dugaan Praktik Judi Berkedok Hiburan Tuai Sorotan Warga
Solar Diduga Dipindahkan ke Mobil Tangki dari Pelabuhan Tak Resmi di Sagulung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan
Pemerintah Desa Senderak Apresiasi Atas Kehadiran Langsung Camat Bengkalis dalam Kegiatan BEDAK
Diduga Praktik Judi Berkedok Hiburan Malam di MILKY WAY FAMILY KTV Batam, Publik Desak APH dan Dinas Terkait Bertindak Tegas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:21 WIB

Diduga Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Luar HGU, Warga Kota Garo Gelar Aksi Damai di PT Sekar Bumi Alam Lestari

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:35 WIB

Dua Perusahaan Mitra Diduga Dikondisikan Jadi Korban — Ada Apa yang Disembunyikan RSUD Raja Ahmad Tabib di Balik Tunggakan Rp460 Juta?

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:58 WIB

Gelper Berkedok Hiburan Keluarga di Batam Disorot, Dugaan Praktik Judi di SKY GAME Tuai Pertanyaan Publik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:43 WIB

Gelper di Kavling Seroja Disorot, Dugaan Praktik Judi Berkedok Hiburan Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:04 WIB

Solar Diduga Dipindahkan ke Mobil Tangki dari Pelabuhan Tak Resmi di Sagulung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan

Berita Terbaru