Pernyataan “Duel” Suparman Dinilai Picu Kegaduhan, Narasi VS Berpotensi Seret Masyarakat ke Arah Benturan

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Situasi polemik antara Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, dan mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Pernyataan terbuka Suparman yang menantang duel satu lawan satu dinilai bukan sekadar emosi sesaat, tetapi berpotensi memantik kegaduhan luas di tengah masyarakat.

Disampaikan di hadapan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (4/5/2026), pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik. Dalam narasinya, Suparman tidak hanya menyatakan siap menghadapi Iwan Pansa, tetapi juga membuka ruang konfrontasi langsung di luar jalur formal.

Di tengah kondisi sosial yang sensitif, narasi “adu satu lawan satu” dan framing “VS” dinilai berbahaya. Sejumlah kalangan menilai, ucapan tersebut bisa ditafsirkan sebagai legitimasi konflik terbuka, yang berpotensi menyeret massa pendukung ke arah benturan fisik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar pernyataan biasa. Ini bisa menjadi pemantik. Kalau tidak dikendalikan, efeknya bisa meluas ke bawah,” ujar seorang pengamat sosial di Pekanbaru.

Ironisnya, di saat yang sama Suparman juga mengklaim telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polda Riau, serta mengimbau masyarakat tetap tenang. Namun, kombinasi antara ajakan menahan diri dan tantangan duel justru dinilai kontradiktif dan membingungkan publik.

Dalam perspektif budaya Melayu, sikap seperti itu dinilai jauh dari nilai adab dan kebijaksanaan. Negeri Melayu dikenal menjunjung tinggi diplomasi, musyawarah, dan penyelesaian bermartabat—bukan konfrontasi terbuka.

Baca Juga:  Wakil Ketua I M. Arsya Fadillah Dukung Pembangunan Masjid Baitul Kiram Lewat Bazar Amal

“Kalau bicara marwah Melayu, tidak ada ruang untuk duel. Yang ada itu duduk bersama, bicara baik-baik, atau serahkan ke hukum,” tegas tokoh masyarakat setempat.

Kekhawatiran lain yang mencuat adalah potensi kepanikan sosial. Narasi keras dari tokoh publik dapat dengan cepat menyebar di media sosial, memicu spekulasi liar, hingga membentuk opini yang memecah masyarakat.

Jika situasi ini terus dibiarkan tanpa klarifikasi dan penurunan tensi, bukan tidak mungkin konflik personal akan berkembang menjadi konflik kelompok. Hal inilah yang mulai diwaspadai berbagai pihak.

Sejumlah elemen masyarakat pun mendesak agar semua pihak, khususnya figur publik, lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan. Mereka mengingatkan bahwa konflik ini pada dasarnya adalah persoalan pribadi, bukan persoalan adat atau marwah Melayu.

“Jangan sampai negeri ini gaduh hanya karena ego dua orang. Rakyat tidak butuh tontonan konflik, rakyat butuh ketenangan,” tutupnya.

Di sisi lain, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang terjadi. Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar situasi tidak semakin memanas dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan, demi menjaga kondusivitas di Kota Pekanbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 042/Gapu Pastikan TMMD Tepat Sasaran : Infrastruktur Desa Dikebut, Akses Ekonomi Warga Didorong
Polda Jambi Gelar Peningkatan Kemampuan Mitra Polri Perkuat Kesadaran Hukum Dan Wawasan Kebangsaan Sukseskan Indonesia Emas 2045
Polda Jambi Terima Silaturahmi GPIB, Perkuat Harmoni, Kerukunan Dan Kebersamaan Antar Umat Beragama
Pemkab Tebo Bersama TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Siaga Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026 Kabupaten Tebo
Polsek Tambusai Dampingi Petani PT. PSA, Dukung Swasembada Pangan Asta Cita Presiden Prabowo
Diduga Lakukan Penghasutan Bernuansa SARA, BPPH Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru Laporkan Larsen Yunus Ke Polda Riau
Polda Sumbar Tanam Lebih dari Seribu Pohon di Momen Hardiknas 2026, Biro SDM: Wujud Nyata Pendidikan Berbasis Lingkungan
Servis Tanpa Biaya, Brimob Riau Bantu Ojol Tetap Produktif di Jalan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:05 WIB

Danrem 042/Gapu Pastikan TMMD Tepat Sasaran : Infrastruktur Desa Dikebut, Akses Ekonomi Warga Didorong

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:02 WIB

Polda Jambi Gelar Peningkatan Kemampuan Mitra Polri Perkuat Kesadaran Hukum Dan Wawasan Kebangsaan Sukseskan Indonesia Emas 2045

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:59 WIB

Polda Jambi Terima Silaturahmi GPIB, Perkuat Harmoni, Kerukunan Dan Kebersamaan Antar Umat Beragama

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:54 WIB

Pemkab Tebo Bersama TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Siaga Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026 Kabupaten Tebo

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:48 WIB

Polsek Tambusai Dampingi Petani PT. PSA, Dukung Swasembada Pangan Asta Cita Presiden Prabowo

Berita Terbaru