Pasca Aksi Unjuk Rasa, Wakapolda Riau Pimpin Kesepakatan Warga Panipahan Perangi Narkoba

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROKAN HILIR – Upaya meredam ketegangan pasca aksi unjuk rasa masyarakat di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, dilakukan melalui pertemuan langsung antara jajaran Kepolisian Daerah Riau, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat, agama, adat, dan pemuda.

Kegiatan bertajuk cooling system tersebut berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, sekitar pukul 14.10 WIB di Kantor Camat Pasir Limau Kapas, Jalan Bundaran Kepenghuluan Panipahan Darat. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengky Haryadi, S.I.K., M.H bersama pejabat utama Polda Riau.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, Wakil Bupati Jhony Charles, serta unsur TNI-Polri dan para tokoh masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serap Aspirasi dan Redam Gejolak

Pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas aksi unjuk rasa spontan masyarakat Panipahan yang sebelumnya dipicu keresahan terhadap maraknya peredaran narkoba, aktivitas ilegal, serta keberadaan tempat hiburan yang dianggap meresahkan.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni dalam penyampaiannya menegaskan komitmennya untuk turun langsung memberantas narkoba dan aktivitas ilegal di wilayah tersebut.

“Kami sudah berdialog dengan unsur pimpinan kecamatan terkait tuntutan masyarakat. Saya berkomitmen akan turun langsung bersama anggota untuk memberantas narkoba dan aktivitas ilegal di Panipahan,” tegasnya.

Zero Tolerance Narkoba, Oknum Akan Ditindak Tegas

Sementara itu, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan perintah langsung Kapolda Riau untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Ia menekankan bahwa Polda Riau menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap narkoba, termasuk terhadap anggota Polri yang terlibat.
“Kami sangat membenci narkoba. Ini kejahatan lintas negara, apalagi wilayah ini berbatasan dengan negara tetangga. Tidak ada toleransi, jika ada anggota yang terlibat, akan kami tindak tegas hingga pemecatan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan tetap mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga:  KDKMP 0313 Langgini Ikuti Launching Nasional Koperasi Merah Putih Secara Virtual

Pemerintah Tegaskan Aspirasi Harus Tertib

Bupati Rokan Hilir H. Bistamam menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir peredaran narkoba di wilayahnya. Namun, ia juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak anarkis.
“Pemerintah hadir untuk mencari solusi. Aspirasi masyarakat harus disampaikan melalui jalur yang benar, bukan dengan tindakan kekerasan atau perusakan,” tegas Bistamam.

Suara Masyarakat: Narkoba Sudah Mengkhawatirkan

Dalam dialog tersebut, tokoh masyarakat dan pemuda Panipahan secara terbuka menyampaikan keresahan mereka. Mereka menilai peredaran narkoba di wilayah tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan merusak generasi muda.
Tokoh masyarakat Khalifa Muhaimin menyebut aksi unjuk rasa yang terjadi merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat yang selama ini terpendam.

“Ini adalah ledakan dari keresahan kami. Kami berharap aparat benar-benar menindak hingga ke akar-akarnya, termasuk jika ada pihak yang melindungi,” ungkapnya.

Sementara perwakilan pemuda juga meminta perlindungan dari aparat terhadap potensi intimidasi atau tindakan premanisme pasca aksi.

Deklarasi Bersama Jaga Kamtibmas
Sebagai hasil pertemuan, seluruh pihak yang hadir menyepakati deklarasi bersama yang berisi komitmen:
1. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Panipahan.
2. Menyerahkan penegakan hukum kepada aparat berwenang.
3. Bekerja sama dalam pemberantasan narkoba.
4. Menolak segala bentuk provokasi, konflik sosial, dan isu SARA.
5.
Situasi Kondusif, Dialog Jadi Solusi
Pertemuan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh keterbukaan. Dialog antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi langkah awal yang positif dalam menyelesaikan konflik secara damai dan sesuai hukum.

Wakapolda Riau menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti berbagai laporan, termasuk dugaan keterlibatan oknum dalam peredaran narkoba, serta mengajak masyarakat untuk terus bersinergi menjaga keamanan wilayah.

Dengan adanya kesepahaman ini, diharapkan situasi di Panipahan tetap kondusif serta upaya pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Kampar Konsisten Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Rutin Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Kayu Aro
8 Personel Polres Kampar Raih Penghargaan Kapolda Riau, Berhasil Ungkap Narkoba dan Senjata Api Rakitan
Sertijab dan Lepas Sambut Kepala Dinas Kesehatan Kampar, dr. Zulhendra Das’at Resmi Emban Amanah Baru
Polres Kampar Tangkap Pensiun PNS Terkait Kasus Pencabulan Pada Anak Usia 7 Tahun
Ngeri!! Tugu Batas Hutan Lindung HL 24 Diduga Dihilangkan, Skandal Penimbunan Mangrove Sei Pelunggut Mendesak Diusut Tuntas
Laga Perdana Bergengsi di Stadion Mini Ujung Tanjung, RW 03 Taklukkan RW 09 dengan Skor 2-1
Banjir Belum Tuntas, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Dorong Pembangunan Kolam Retensi hingga Penataan Utilitas Bawah Tanah
Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:17 WIB

Polsek Kampar Konsisten Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Rutin Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Kayu Aro

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:25 WIB

8 Personel Polres Kampar Raih Penghargaan Kapolda Riau, Berhasil Ungkap Narkoba dan Senjata Api Rakitan

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:47 WIB

Polres Kampar Tangkap Pensiun PNS Terkait Kasus Pencabulan Pada Anak Usia 7 Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:45 WIB

Ngeri!! Tugu Batas Hutan Lindung HL 24 Diduga Dihilangkan, Skandal Penimbunan Mangrove Sei Pelunggut Mendesak Diusut Tuntas

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:35 WIB

Laga Perdana Bergengsi di Stadion Mini Ujung Tanjung, RW 03 Taklukkan RW 09 dengan Skor 2-1

Berita Terbaru