Ribuan Penambang Geruduk PT Timah, Bijih Tak Terbeli: Penghasilan Masyarakat Terancam Lumpuh

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BELITUNG TIMUR || Ribuan masyarakat penambang bijih timah di Kabupaten Belitung Timur mendatangi Kantor PT Timah dan Gudang Bijih Timah (GBT) PT Timah, Jumat (7/8/2026). Mereka menyampaikan keresahan setelah aktivitas pembelian bijih timah hasil tambang masyarakat terhenti dalam beberapa hari terakhir.

Terhentinya pembelian tersebut membuat hasil tambang masyarakat tidak terserap. Kondisi ini memutus rantai perdagangan bijih timah di tingkat bawah dan berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertambangan.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, situasi tersebut terjadi setelah adanya penindakan hukum terhadap sejumlah kolektor timah. Penindakan itu disebut membuat kolektor lainnya memilih menghentikan sementara aktivitas pembelian karena khawatir menghadapi persoalan hukum serupa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Bijih timah yang telah ditambang tidak dapat segera dijual, sementara kebutuhan ekonomi keluarga tetap berjalan.

Persoalan semakin kompleks karena PT Timah disebut belum dapat menyerap seluruh produksi masyarakat. Proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) masih berlangsung, sedangkan kapasitas penampungan di Gudang Bijih Timah (GBT) juga terbatas.

Kondisi tersebut membuat masyarakat berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, kolektor menghentikan pembelian. Di sisi lain, hasil tambang belum sepenuhnya dapat diserap PT Timah.

Penghasilan Terhenti, Kebutuhan Rumah Tangga Terancam

Bagi masyarakat penambang, persoalan ini bukan sekadar terhentinya transaksi komoditas. Berhentinya pembelian bijih timah berarti terhentinya pula sumber pemasukan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Bhakti Sosial oleh Tim Percepatan Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TP2TNTN)

Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan uang untuk membeli kebutuhan pokok, membayar biaya pendidikan anak, memenuhi cicilan hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dalam aksi tersebut, masyarakat mendesak adanya kepastian mengenai mekanisme pembelian bijih timah hasil tambang rakyat. Mereka menilai ketidakjelasan jalur penjualan membuat masyarakat berada dalam ketidakpastian, meski aktivitas penambangan dan hasil produksi terus berlangsung.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah, aparat penegak hukum dan PT Timah segera mencari solusi bersama. Mereka berharap pelaku usaha yang menjalankan aktivitas sesuai ketentuan memperoleh kepastian hukum, sementara hasil produksi masyarakat tetap memiliki jalur penyerapan yang jelas.

Minta Pemerintah dan PT Timah Segera Cari Solusi

Masyarakat berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Kepastian mekanisme pembelian dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat penambang sekaligus memastikan aktivitas perdagangan bijih timah berlangsung sesuai aturan.

PT Timah juga diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi penyerapan bijih timah masyarakat, kapasitas GBT serta mekanisme pembelian selama proses penyesuaian RKAB berlangsung.

Bagi masyarakat, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya penjelasan, tetapi solusi konkret agar hasil tambang yang sudah diproduksi tidak terus menumpuk tanpa kepastian pasar.

Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, masyarakat khawatir tekanan ekonomi semakin meluas dan dapat memicu aksi serupa di kemudian hari.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari PT Timah maupun pihak terkait mengenai tuntutan masyarakat(*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla di Tiga Lokasi, Puluhan Hektare Lahan Ditangani
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Pertemuan Multipihak, Dorong Penyelesaian Persoalan Lahan Secara Berkeadilan
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Persit, Dari Ketahanan Keluarga hingga Kemandirian UMKM
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Jaga Penanganan Karhutla Bengkalis, Pendinginan Berlanjut di Lahan Gambut
Bhabinkamtibmas dan PPL Cek Jagung 2 Hektare, Panen Ditarget Oktober
Gelar Sosialisasi PMK 44/2026, Kanwil DJP Riau Targetkan Kesamaan Pemahaman Aturan Kuasa Wajib Pajak
75 Kepala Desa di Bengkalis Menjabat Lagi, Berikut Nama Lengkapnya
Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini, Danrem 031/WB Bekali Mahasiswa Baru Politeknik Pengadaan Nasional Pekanbaru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 06:34 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla di Tiga Lokasi, Puluhan Hektare Lahan Ditangani

Rabu, 2 September 2026 - 08:44 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Pertemuan Multipihak, Dorong Penyelesaian Persoalan Lahan Secara Berkeadilan

Rabu, 2 September 2026 - 05:01 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Jaga Penanganan Karhutla Bengkalis, Pendinginan Berlanjut di Lahan Gambut

Rabu, 2 September 2026 - 03:47 WIB

Bhabinkamtibmas dan PPL Cek Jagung 2 Hektare, Panen Ditarget Oktober

Selasa, 1 September 2026 - 16:24 WIB

Gelar Sosialisasi PMK 44/2026, Kanwil DJP Riau Targetkan Kesamaan Pemahaman Aturan Kuasa Wajib Pajak

Berita Terbaru