Komisi II DPRD Bengkalis Soroti Kondisi Alat Berat UPT PUPR Mandau

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandau, – Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan monitoring ke UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kecamatan Mandau untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana, khususnya alat berat yang digunakan dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur daerah, pada Kamis (20/8/2026).

Rombongan Komisi II DPRD Bengkalis disambut langsung oleh Kepala UPT Workshop Alat Berat Dinas PUPR Kecamatan Mandau, Chairul, S.IP., M.IP., beserta jajaran staf.

Monitoring tersebut dilakukan untuk mengetahui ketersediaan serta kondisi peralatan dan alat berat yang berada di workshop UPT PUPR Kecamatan Mandau. Pihak UPT PUPR juga mengapresiasi kedatangan Komisi II yang berkenan melihat secara langsung kondisi alat berat yang tersedia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Chairul menjelaskan bahwa dari total 24 unit alat berat yang tersedia, hanya sekitar tujuh unit yang masih aktif dan dapat digunakan. Sementara itu, sebanyak 18 unit lainnya diketahui mengalami kerusakan berat.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Syafroni Untung, menyarankan agar alat-alat berat yang mengalami kerusakan dan sudah tidak layak digunakan dapat diusulkan untuk dilelang, sehingga tidak terus menjadi beban daerah. Hasil pelelangan tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk pengadaan alat berat baru yang lebih dibutuhkan.

“PUPR diminta untuk mendata alat-alat yang ada, termasuk alat yang rusak dan kebutuhan alat yang diperlukan di Kecamatan Mandau,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi II, Laurensius Tampubolon, mempertanyakan kondisi alat berat tersebut, termasuk apakah sebelumnya sudah pernah dilakukan proses pelelangan terhadap unit-unit yang mengalami kerusakan.

Menanggapi hal tersebut, Syafroni menjelaskan bahwa proses pelelangan alat berat tidak mudah dilakukan. Sejumlah alat berat telah berusia cukup lama, sementara dokumen atau surat-surat kepemilikannya sudah tidak diketahui keberadaannya. Selain itu, tempat pelaksanaan proses pelelangan juga memiliki antrean yang cukup panjang.

Baca Juga:  Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Ikut Sukseskan Donor Darah IMIPAS PEDULI 2025 di Pekanbaru

Hal senada disampaikan Anggota Komisi II, Hendra Jeje. Ia meminta agar dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap seluruh alat berat, baik yang masih dapat digunakan maupun yang mengalami kerusakan. Pendataan tersebut juga diharapkan memuat secara rinci kebutuhan alat yang masih diperlukan oleh workshop UPT PUPR Mandau.

Selain kondisi alat berat, Hendra juga menyoroti pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pemanfaatan alat berat. Ia meminta agar pengelolaannya dilakukan secara transparan, termasuk memastikan kejelasan aliran pemasukan dari penyewaan alat berat.

Menurutnya, untuk mempermudah sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses penyewaan, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan penggunaan aplikasi khusus sehingga seluruh proses pemanfaatan alat berat dapat tercatat dan dipantau dengan lebih baik.

Syafroni Untung menegaskan, monitoring tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi II DPRD Bengkalis sekaligus upaya mencari solusi terbaik terhadap pengelolaan alat berat milik pemerintah daerah.

“Dalam hal ini Komisi II berniat menjalankan fungsi pengawasan dan mencari solusi yang terbaik. Pemerintah memberikan subsidi seharusnya untuk masyarakat. Dengan kondisi saat ini, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang memiliki alat berat di Mandau, sehingga jika terjadi bencana alam kita bisa meminjam,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila alat berat milik pemerintah daerah tidak memberikan manfaat bagi masyarakat maupun daerah, terlebih jika tidak memberikan kontribusi terhadap PAD, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap keberadaannya.

“Kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat dan daerah sendiri, dan dalam hal ini tidak ada PAD yang didapat, untuk apa dipertahankan alat berat tersebut,” tutup Syafroni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditegur Cuma Formalitas! Cafe HB Tetap Buka, Diduga Kasatpol PP Kuansing Suka Ke Cafe HB?
20 Personel Brimob Riau Raih Penghargaan, Dansat Brimob : Jadikan Prestasi sebagai Motivasi
MENKEU PURBAYA: ROKOK ILEGAL AKAN “DIBERANTAS HABIS”, PABRIK DAN GUDANG MANCHESTER-PSG DI BATAM DIMINTA SEGERA DITELUSURI
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Jaga Penanganan Karhutla Bengkalis, Pendinginan Berlanjut di Lahan Gambut
75 Kepala Desa di Bengkalis Menjabat Lagi, Berikut Nama Lengkapnya
Pansus DPRD Bengkalis Dorong Penguatan Raperda Kabupaten Layak Anak, Minta Komitmen Seluruh OPD
Komisi I DPRD Bengkalis Soroti Tempat Hiburan, Dorong Penguatan Sinergi Pembauran Kebangsaan di Pinggir
Komisi II DPRD Bengkalis Apresiasi Respons BPBD Riau
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WIB

Ditegur Cuma Formalitas! Cafe HB Tetap Buka, Diduga Kasatpol PP Kuansing Suka Ke Cafe HB?

Kamis, 3 September 2026 - 04:06 WIB

20 Personel Brimob Riau Raih Penghargaan, Dansat Brimob : Jadikan Prestasi sebagai Motivasi

Kamis, 3 September 2026 - 03:02 WIB

MENKEU PURBAYA: ROKOK ILEGAL AKAN “DIBERANTAS HABIS”, PABRIK DAN GUDANG MANCHESTER-PSG DI BATAM DIMINTA SEGERA DITELUSURI

Rabu, 2 September 2026 - 05:01 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Jaga Penanganan Karhutla Bengkalis, Pendinginan Berlanjut di Lahan Gambut

Selasa, 1 September 2026 - 15:53 WIB

75 Kepala Desa di Bengkalis Menjabat Lagi, Berikut Nama Lengkapnya

Berita Terbaru