BATAM – Penemuan dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang meninggal dunia dalam rentang waktu berdekatan di kawasan Apartemen Pollux Habibie, Batam Centre, menjadi perhatian publik. Selain memunculkan pertanyaan terkait penyebab kematian, insiden tersebut juga menyoroti prosedur keamanan dan keterbukaan informasi di lingkungan apartemen.
Suasana tegang sempat terjadi saat proses evakuasi jenazah seorang WNA perempuan asal Singapura di Tower 2 Bluhen, Apartemen Pollux Habibie, pada Senin malam hingga Selasa dini hari (9/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban berinisial L, kelahiran tahun 1967, ditemukan meninggal dunia di salah satu unit apartemen di lantai 38 Tower 2 Bluhen. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat proses evakuasi berlangsung, sejumlah awak media yang datang ke lokasi mengaku mengalami pembatasan akses oleh pihak keamanan gedung. Kondisi tersebut memicu perdebatan antara beberapa jurnalis dan petugas keamanan yang bertugas di area apartemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak keamanan beralasan bahwa pembatasan dilakukan untuk menjaga privasi penghuni dan kelancaran proses penanganan di lokasi kejadian. Namun, sejumlah wartawan menilai pembatasan tersebut menghambat upaya memperoleh informasi yang diperlukan untuk kepentingan pemberitaan.
“Kami menjalankan tugas jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang. Karena itu, akses informasi yang proporsional sangat diperlukan,” ujar salah seorang wartawan yang berada di lokasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi hanya beberapa hari setelah ditemukannya seorang WNA lanjut usia asal Singapura meninggal dunia di kawasan apartemen yang sama pada Kamis (4/6/2026).
Dua kasus kematian warga negara Singapura dalam waktu yang relatif berdekatan di lokasi yang sama menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi yang menghubungkan kedua peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan dari pihak berwenang. Aparat kepolisian juga masih melakukan pendalaman guna memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut.
Sementara itu, pihak pengelola apartemen dan manajemen gedung belum memberikan keterangan resmi terkait kedua kejadian tersebut maupun mengenai mekanisme pembatasan akses yang diterapkan saat proses evakuasi berlangsung.
Iskandar Chaniago CPP/ tim













