PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi melalui program waste station. Program ini menjadi salah satu inovasi untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Saat ini, dua unit waste station telah resmi beroperasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Fasilitas tersebut berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, serta RTH Ratu Kaca Mayang di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan keberadaan waste station merupakan langkah nyata pemerintah dalam menyediakan sarana yang mudah diakses masyarakat untuk menyalurkan sampah nonorganik yang masih memiliki nilai ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini di Kota Pekanbaru sudah beroperasi dua unit waste station,” ujar Reza.
Menurutnya, waste station bukan sekadar tempat pengumpulan sampah, melainkan fasilitas yang dirancang sebagai pusat pemilahan dan pengelolaan sampah nonorganik agar dapat didaur ulang secara optimal. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang disetorkan.
Untuk memanfaatkan layanan tersebut, masyarakat cukup membawa sampah nonorganik yang telah dipilah ke lokasi waste station. Sebelum melakukan penyetoran, warga diwajibkan mengunduh aplikasi Rekosistem sebagai media pencatatan transaksi dan pengumpulan poin.
Poin yang diperoleh dari hasil penimbangan sampah nantinya dapat dikonversikan menjadi uang elektronik maupun saldo pada aplikasi, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam program tersebut.
Adapun jenis sampah yang diterima cukup beragam, di antaranya plastik, kertas, kardus, kaca, logam, minyak jelantah, hingga limbah elektronik atau e-waste.
“Warga bisa datang ke waste station, poin yang terkumpul nantinya bisa ditukar menjadi uang elektronik atau saldo di aplikasinya,” jelas Reza.
DLHK Kota Pekanbaru menilai kehadiran waste station menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Di sisi lain, program ini diharapkan mampu membangun budaya baru di tengah masyarakat, yakni membiasakan memilah sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari gaya hidup yang peduli terhadap lingkungan.
Sebagai bentuk komitmen untuk memperluas jangkauan layanan, Pemko Pekanbaru juga berencana menambah satu unit waste station dalam waktu dekat. Selain itu, DLHK tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna memperluas jaringan waste station di sejumlah kawasan strategis, seperti Panam, Rumbai, dan Tenayan Raya.
Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pengelolaan sampah sekaligus mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular.
Melalui pengembangan waste station di berbagai wilayah, Pemko Pekanbaru optimistis kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah akan terus meningkat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Kota Pekanbaru diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, tertata, serta menjadi kota yang ramah lingkungan dengan sistem pengelolaan sampah yang modern dan bernilai ekonomi bagi masyarakat. (Adv)












