Aliansi Mahasiswa Indonesia Gelar Festival Hari HAM: Dukung Negara Semakin Humanis dan Berkeadilan

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia melalui Festival Hari HAM 2025 bertema “Refleksi Mahasiswa atas Penerapan HAM dalam Kebijakan dan Pengamanan Publik.” Kegiatan berlangsung di Auditorium Gelanggang Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025) pukul 13.00–15.49 WIB, dengan menghadirkan tiga narasumber nasional yang mengulas arah kebijakan HAM di Indonesia dari sudut pandang mahasiswa.

Acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, sambutan panitia, dan penampilan drama berjudul “Ruang Aman: Ketika Negara Menjamin Hak Setiap Individu” yang menggambarkan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan dasar bagi setiap warga tanpa diskriminasi.

Diskusi publik yang menjadi inti acara berlangsung hangat dan dinamis, dipandu oleh moderator Gangga Listiawan. Ketiga narasumber secara bergantian menyampaikan pandangan dan kritik konstruktif terhadap arah kebijakan HAM di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Charles Gilbert, Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, menyampaikan materi bertajuk “Mahasiswa dan HAM: Membaca Kebijakan Publik Indonesia yang Semakin Humanis dan Inklusif.”

Dalam paparannya, Charles menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai penjaga moral bangsa. Ia menilai sejumlah program negara seperti BPJS, bantuan sosial, layanan pendidikan, dan layanan publik menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin hak hidup layak dan akses yang adil bagi seluruh masyarakat.

“Indonesia kini berada di jajaran negara dengan kebijakan sosial paling luas di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa HAM bukan hanya dihormati, tetapi mulai menjadi fondasi pembangunan nasional,” tegasnya.

Narasumber kedua, Achmad Baha’ur Rifqi, Presiden Nasional BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Se-Nusantara, membawakan topik “Pengamanan Publik yang Berkeadilan: Menelaah Implementasi HAM dalam Penanganan Aksi dan Kerumunan di Indonesia.”

Baha menekankan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional, namun negara memiliki kewajiban untuk tetap menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, pola pengamanan publik di Indonesia terus berkembang dengan penggunaan SOP modern seperti bodycam, pendekatan humanis, negosiasi awal, dan pengawasan internal.

Baca Juga:  Ditata Supaya Pedagang Aman dan Nyaman, Bupati Kampar Tinjau Pasar Inpres Bangkinang Kota Dukung Gerakan ASRI

“Dinamika massa aksi bukan hanya terjadi di Indonesia. Negara maju pun mengalaminya. Yang terpenting adalah bagaimana aparat menjalankan fungsi pengamanan dengan tetap menghormati HAM,” jelasnya.

Narasumber ketiga, Mega Syaillah Rahmah, Ketua BEM Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, membahas “HAM dalam Tradisi Kebangsaan: Perspektif Perempuan terhadap Komitmen Negara pada Kemanusiaan.”

Mega menilai bahwa perjuangan HAM di Indonesia sesungguhnya berjalan seiring dengan nilai agama, kebangsaan, dan kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya rasa aman di ruang publik dan ruang digital, kesetaraan akses pendidikan, dan perlindungan terhadap perempuan dan kelompok rentan.

“Perempuan bukan objek dari perjuangan HAM, tetapi subjek yang terlibat aktif di dalamnya. HAM bukan konsep konflik, tetapi kemanusiaan universal yang menempatkan semua orang setara,” ujarnya.

Setelah diskusi dan sesi tanya jawab, seluruh peserta membacakan Komitmen Bersama Mahasiswa Indonesia yang memuat seruan untuk memajukan budaya anti-bullying, anti-kekerasan, ruang aman, adab, persatuan, dan nilai kebangsaan.

Acara kemudian ditutup dengan orasi kebangsaan oleh Jeremy Sianturi bertema “HAM untuk Semua: Janji Kolektif Generasi Muda”, dan dilanjutkan dengan foto bersama, dokumentasi, networking, dan ramah tamah.

Melalui Festival Hari HAM 2025, mahasiswa menegaskan posisi mereka sebagai mitra kritis negara, bukan hanya pengawas kebijakan pemerintah, tetapi juga kekuatan moral untuk memastikan nilai kemanusiaan selalu menjadi pusat pembangunan nasional.

“HAM bukan isu elitis. HAM adalah fondasi kehidupan bernegara. Generasi muda siap menjadi pelopor Indonesia yang adil, manusiawi, dan berkeadilan sosial,” demikian pernyataan kolektif forum mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Riau, Danrem 031/WB dan Sekda Prov Pimpin Cooling System di Panipahan, Duta Anti Narkoba
Diskominfo Kampar Matangkan Pengembangan Call Center 112, Dorong Layanan Darurat Terintegrasi Berbasis Digital
Wakili Bupati Kampar, Pj Sekda Ardi Mardiansyah Hadiri Rapat BAM DPR RI Bahas Tata Kelola Lahan
Kampar Raih Penghargaan Kinerja Terbaik DAK Non-Fisik BOK POM 2025 di Tingkat Provinsi Riau
Wabup Kampar Hadiri Halal Bihalal Desa Kubang Jaya, Perkuat Ukhuwah dan Dukung Pembangunan Desa
Bupati Kampar Ahmad Yuzar Satukan Alumni APDN/IPDN dalam Halal Bihalal IKAPTK
Plt Kadisdikpora Kampar Hadiri Halal Bihalal SDN 025 Tanjung Rambutan, Dorong Penguatan Karakter Siswa
Bupati Kampar Tinjau Panti Asuhan Putera Muhammadiyah, Pastikan Fasilitas Layak dan Nyaman bagi Anak Asuh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:40 WIB

Kapolda Riau, Danrem 031/WB dan Sekda Prov Pimpin Cooling System di Panipahan, Duta Anti Narkoba

Kamis, 16 April 2026 - 12:22 WIB

Diskominfo Kampar Matangkan Pengembangan Call Center 112, Dorong Layanan Darurat Terintegrasi Berbasis Digital

Kamis, 16 April 2026 - 09:50 WIB

Kampar Raih Penghargaan Kinerja Terbaik DAK Non-Fisik BOK POM 2025 di Tingkat Provinsi Riau

Kamis, 16 April 2026 - 09:08 WIB

Wabup Kampar Hadiri Halal Bihalal Desa Kubang Jaya, Perkuat Ukhuwah dan Dukung Pembangunan Desa

Kamis, 16 April 2026 - 08:50 WIB

Bupati Kampar Ahmad Yuzar Satukan Alumni APDN/IPDN dalam Halal Bihalal IKAPTK

Berita Terbaru