PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menekan angka stunting hingga mencapai zero stunting. Menurutnya, tidak boleh ada lagi anak-anak di Kota Pekanbaru yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, mulai dari intervensi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor. Pemko juga terus mengoptimalkan peran tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta dukungan berbagai pihak dalam mempercepat penanganan stunting.
“Tidak boleh ada anak Pekanbaru yang gizinya kurang, harus lengkap. Zero anak stunting,” tegas Agung Nugroho, Rabu (8/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengandalkan program pemerintah, Pemko Pekanbaru turut mengajak dunia usaha berpartisipasi melalui program orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting. Melalui program tersebut, perusahaan dapat menyalurkan dana tanggung jawab sosial (CSR) untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak hingga kondisi kesehatannya membaik.
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam upaya menurunkan angka stunting. Menurutnya, kepedulian dan gotong royong menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi Pekanbaru yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Masyarakat juga bisa berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan memberikan dukungan maupun donasi bagi anak-anak yang membutuhkan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru bersama kader Posyandu sepanjang tahun 2025, masih terdapat ribuan balita yang teridentifikasi mengalami stunting maupun masalah gizi. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan intervensi secara tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Pekanbaru terus menyalurkan vitamin, makanan tambahan bergizi, serta pendampingan kepada keluarga yang memiliki balita stunting agar proses pemulihan berlangsung optimal.
Agung menegaskan, upaya percepatan penurunan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Kota Pekanbaru.
“Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting. Ini adalah misi kemanusiaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh, sehat, dan mampu bersaing,” pungkasnya. (Adv)












