Solar Diduga Dipindahkan ke Mobil Tangki dari Pelabuhan Tak Resmi di Sagulung, Pengawasan Aparat Dipertanyakan

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM, KEPRI – Aktivitas pemindahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara mencurigakan kembali terpantau berlangsung di kawasan pesisir Kampung Tua RT 04, Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Lokasi aktivitas tersebut berada tidak jauh dari kawasan industri sekitar PT Marcopolo dan disebut berlangsung melalui jalur pelabuhan tidak resmi atau yang kerap dikenal masyarakat sebagai pelabuhan tikus.

Berdasarkan pantauan di lapangan, solar tampak dialirkan menggunakan selang penyedot langsung menuju sejumlah unit mobil tangki berwarna biru dan putih yang keluar-masuk kawasan pesisir tersebut. Aktivitas itu berlangsung secara terbuka pada siang hingga sore hari dan diduga menjadi bagian dari distribusi BBM menuju sejumlah kawasan industri maupun proyek pembangunan di wilayah sekitar.

Sorotan muncul lantaran proses pemindahan bahan bakar itu disebut tidak melalui terminal resmi distribusi ataupun fasilitas pelabuhan yang memiliki izin operasional. Mobil tangki terlihat beroperasi melalui akses pesisir yang minim pengawasan, di tengah kawasan permukiman masyarakat dan dekat dengan aktivitas industri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga sekitar mengaku aktivitas serupa bukan kali pertama terjadi. Mereka menyebut mobil tangki kerap terlihat melintas hampir setiap hari menuju lokasi pelabuhan tidak resmi tersebut.

“Sudah lama berlangsung. Hampir setiap hari kendaraan tangki keluar masuk. Setahu kami lokasi itu bukan pelabuhan resmi, tapi aktivitasnya ramai sekali,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Jumat (30/5/2026).

Warga mengaku heran lantaran aktivitas tersebut disebut telah beberapa kali menjadi sorotan pemberitaan media, namun belum terlihat adanya tindakan tegas ataupun pengawasan intensif dari instansi terkait.

Baca Juga:  Isu Miring,!! 'FYB' Kepsek SD Negeri 002 Tambusai Utara Bantah dan Klarifikasi Terkait Isu Dugaan Penyelewengan Dana BOS

“Sudah sering dibahas dan dilaporkan, tapi tetap berjalan. Yang dipertanyakan masyarakat sekarang, pengawasannya di mana?” tambah warga itu.

Sejumlah pihak menilai, apabila benar terdapat distribusi solar di luar mekanisme resmi, praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara serta membuka ruang penyalahgunaan BBM, khususnya apabila pasokan yang beredar tidak sesuai peruntukan.

Selain itu, penggunaan pelabuhan tidak resmi sebagai jalur distribusi barang tertentu juga dinilai berpotensi melanggar berbagai ketentuan terkait tata niaga migas, kepelabuhanan, hingga pengawasan distribusi logistik.

Kawasan Dapur 12 sendiri dikenal sebagai wilayah pesisir di Sagulung yang sebelumnya identik dengan aktivitas produksi arang kayu. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah titik di pesisir kawasan tersebut disebut berkembang menjadi jalur keluar-masuk barang melalui pelabuhan rakyat yang minim pengawasan.

Letaknya yang strategis karena berdekatan dengan kawasan industri dinilai menjadi faktor yang membuat jalur laut di wilayah tersebut kerap dimanfaatkan untuk aktivitas bongkar muat tertentu.

Pertanyaan publik pun mengarah pada efektivitas pengawasan lintas instansi, mulai dari aparat kepolisian, otoritas kepelabuhanan, hingga unsur pengawasan distribusi BBM.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian, instansi perhubungan, otoritas kepelabuhanan, maupun pihak manajemen PT Marcopolo terkait aktivitas yang terpantau di kawasan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan tanggapan resmi.

(Iskandar Chaniago/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Api Meluas, Brimob Riau Sigap Tangani Karhutla di Siak
KOTI MPC PEMUDA PANCASILA PEKANBARU RUTIN GELAR JUMAT BERKAH, 150 NASI KOTAK DIBAGIKAN KE MASYARAKAT
Brimob Riau Turun Langsung Tangani Karhutla, Formula X-Fire Polri Dikerahkan
Bupati Kasmarni Tinjau Karhutla Sungai Meranti, Turun Langsung Padamkan Api
BEA CUKAI BATAM SIAP TINDAK MANCHESTER DAN PSG, SEJALAN DENGAN INSTRUKSI MENKEU: ROKOK ILEGAL AKAN DIBERANTAS
Perempuan Diduga Direkam Diam-Diam di Toilet Cafe Filosofi Sambal Dumai
Tak Kenal Waktu, Brimob Riau Berjibaku Padamkan Karhutla di Meranti hingga Malam
DPRD Pekanbaru Apresiasi Perbaikan Jalan Limbungan, Aspirasi Warga Pasti Direalisasikan Pemko
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 02:55 WIB

Cegah Api Meluas, Brimob Riau Sigap Tangani Karhutla di Siak

Jumat, 11 September 2026 - 07:25 WIB

KOTI MPC PEMUDA PANCASILA PEKANBARU RUTIN GELAR JUMAT BERKAH, 150 NASI KOTAK DIBAGIKAN KE MASYARAKAT

Senin, 7 September 2026 - 09:48 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau Karhutla Sungai Meranti, Turun Langsung Padamkan Api

Senin, 7 September 2026 - 06:23 WIB

BEA CUKAI BATAM SIAP TINDAK MANCHESTER DAN PSG, SEJALAN DENGAN INSTRUKSI MENKEU: ROKOK ILEGAL AKAN DIBERANTAS

Sabtu, 5 September 2026 - 06:29 WIB

Perempuan Diduga Direkam Diam-Diam di Toilet Cafe Filosofi Sambal Dumai

Berita Terbaru