Pekanbaru – Pemerintah Kabupaten Kampar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Riau. Kabupaten Kampar berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pengawasan Obat dan Makanan Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si, mewakili Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T, dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Kamis (16/04/2026).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. Syahrial Abdi, AP., M.Si, dan turut dihadiri Kepala BBPOM Pekanbaru serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain penyerahan penghargaan, kegiatan ini juga membahas sejumlah isu strategis di bidang kesehatan masyarakat, di antaranya advokasi Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026, monitoring dan evaluasi (monev) DAK Non-Fisik BOK POM, serta koordinasi pengendalian resistensi antimikroba.
Dalam arahannya, Sekdaprov Riau mengapresiasi capaian Kabupaten Kampar yang dinilai mampu menunjukkan akuntabilitas tinggi dalam pengelolaan anggaran.
“Pengelolaan DAK Non-Fisik harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga program pusat dapat berjalan sinergis dengan pengawasan di daerah,” ujarnya.
Menanggapi penghargaan tersebut, Pj Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengelolaan anggaran kesehatan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim. Kami akan terus memastikan bahwa pemanfaatan dana BOK benar-benar tepat sasaran dalam mendukung pengawasan obat dan makanan demi melindungi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya langkah preventif dalam pengendalian resistensi antimikroba serta peningkatan standar keamanan pangan melalui program Desa Pangan Aman.
“Kami siap mendorong penerapan standar keamanan pangan hingga ke tingkat desa, sehingga masyarakat Kampar dapat hidup lebih sehat dan produktif,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi teknis terkait serapan anggaran DAK sebagai acuan pelaksanaan program tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Kampar pun optimis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian kinerja terbaik tersebut di masa mendatang.













