Skandal Tambang Timah Babel: Diduga big Bos Popo’ di Balik Layar? Satgas PKH dan Kejati Babel Didorong Usut Tuntas

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babel – Gelombang desakan publik semakin menggema Usut tuntas, secara mendalam, diduga “Popo” Nama seorang pengusaha asal Sungailiat kembali mencuat ke permukaan, kali ini dengan tudingan keterlibatan yang lebih serius dalam operasi dugaan tambang timah ilegal skala besar.

Meskipun berulang kali membantah di beberapa media keterlibatannya, serangkaian temuan dan indikasi di lapangan justru memperkuat desakan masyarakat agar aparat penegak hukum tidak menunda pengusutan dan segera mengungkap peran sebenarnya dari sosok yang disebut-sebut sebagai dugaan “Big Bos” ini.

Pasca-razia besar-besaran terhadap aktivitas dugaan tambang ilegal di Lubuk Besar, wacana tentang keberadaan seorang “Big Bos” yang mengendalikan operasi dari balik layar kembali mencuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah hiruk pikuk penertiban, publik semakin mengerucut pada satu nama yang terus disebut-sebut diduga “Popo”. Siapakah sebenarnya sosok ini, dan benarkah ia memiliki peran sentral dalam jaringan tambang timah ilegal yang merugikan negara?

Tim berhasil menemukan sebuah area luas yang digunakan sebagai gudang alat berat tersembunyi tepatnya di Sri Menanti, Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Foto-foto dan vidio yang diperoleh di lapangan menunjukkan Deretan kendaraan mewah yang diduga terkait dengan operasional tambang ilegal, Unit-unit alat berat Hitachi berjejer rapi, siap digunakan untuk menggali bumi Bangka Belitung.

Seorang sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan:

“Benar, itu gudang alat berat ‘Popo’. Tempat parkir alat-alat beratnya. Kalau tidak ada aktivitas, alat berat disimpan di situ. Semua alat berat itu siap digunakan kapan saja.”

Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa “Popo” memiliki jalur operasional alat berat yang diduga kuat terhubung dengan dugaan aktivitas tambang ilegal di Lubuk Besar dan kawasan hutan lindung Merapen yang seharusnya dilindungi.

Baca Juga:  Hadapi Natal dan Tahun Baru 2025 - 2026, Pemkab Rohul Matangkan Kesiapsiagaan Lintas Sektor

Dalam razia tambang ilegal yang berlangsung baru-baru ini, beberapa nama sempat mencuat dalam percakapan publik, termasuk Herman Fu. Namun, masyarakat dengan tegas menyatakan “Jangan hanya berhenti pada operator lapangan, cari ‘Big Bos’-nya!” Seruan “Big Bos Popo” kini menjadi pertanyaan yang semakin kuat di publik, meskipun belum pernah diumumkan secara resmi oleh aparat penegak hukum. Temuan gudang dan alat berat semakin mempertegas dugaan tersebut, dan menuntut tindakan nyata dari pihak berwenang.

Dalam dua tahun terakhir, diduga nama “Popo” kerap mencuat dalam laporan investigasi di lapangan yang mengungkap berbagai dugaan keterlibatannya dalam aktivitas tambang ilegal.

Publik dengan tegas meminta Satgas PKH, Kejati Babel, Polda Babel untuk mengusut secara menyeluruh dan tanpa tebang pilih semua pihak yang terlibat dalam dugaan jaringan tambang timah ilegal ini.

Tuntutan masyarakat sangat jelas: SEGERA bertindak, jangan hanya berhenti pada operator lapangan. Bongkar aktor besar di balik jaringan ini dan berikan hukuman yang setimpal!

Dugaan temuan gudang tersembunyi, alat berat di Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, menguatnya narasi publik membawa penyelidikan ini ke fase yang lebih serius. Benang merah mulai terlihat, namun masih banyak yang perlu diungkap.

SEGERA telusuri, periksa, dan ungkap siapa pengendali sesungguhnya di balik jaringan tambang timah ilegal ini. Jika dugaan mengarah ke “Popo”, proses hukum tidak boleh ditunda. Keadilan harus ditegakkan, dan para perusak lingkungan serta pengkhianat negara harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum!

Tim awak media elanghitamindonesia.co.id konfirmasi kepada popo yang di sebut-sebut dari publik pada Senin (8/12/2025) namun tidak ada jawaban sama sekali hingga berita ini di tayangkan belum ada jawaban sama sekali.

Sumber: elanghitamindonesia.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Pekanbaru Bersinergi dengan Pusat, Tata Ulang Kabel Fiber Optik
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Hadiri Sidang Wilayah PGIW Jambi 2026, Tekankan Perang Melawan Judi Online dan Narkoba
Sinergi Polres Kampar dan Puslitbang Polri Perkuat Penanganan Unjuk Rasa
Polres Tanjabtim Gelar Safari Ramadhan Di Masjid Nahdatut Thulab Talang Babat, Wujud Sinergi Antara Polri Dan Masyarakat
Safari Ramadan 1447 H, Pemda Rohul Serahkan Bantuan dan Pererat Silaturahmi di Kecamatan Ujung Batu
Tarawih Keliling Brimob Riau, Pererat Silaturahmi dan Hadirkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat
Operasi Ketupat Tahun 2026 Arus Mudik Dan Balik Lebaran 1447 H, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan Hingga Pelayanan
“Menumpang” Bukan Berarti Terbelakang: Kisah Tangguh 43 Siswa SRMA 4 Padang Menjemput Masa Depan di Kampus Perjuangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:24 WIB

Pemko Pekanbaru Bersinergi dengan Pusat, Tata Ulang Kabel Fiber Optik

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:28 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Hadiri Sidang Wilayah PGIW Jambi 2026, Tekankan Perang Melawan Judi Online dan Narkoba

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:24 WIB

Sinergi Polres Kampar dan Puslitbang Polri Perkuat Penanganan Unjuk Rasa

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:11 WIB

Polres Tanjabtim Gelar Safari Ramadhan Di Masjid Nahdatut Thulab Talang Babat, Wujud Sinergi Antara Polri Dan Masyarakat

Senin, 2 Maret 2026 - 16:26 WIB

Tarawih Keliling Brimob Riau, Pererat Silaturahmi dan Hadirkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru