Aliansi Mahasiswa Indonesia Sepakat Soeharto Pantas Jadi Pahlawan Nasional

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 November 2025 — Dalam momentum Hari Pahlawan, Aliansi Mahasiswa Indonesia bersama Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia, BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Se-Nusantara (BEM PTNU), dan BEM Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar Diskusi Publik Nasional bertajuk “Keteladanan & Kepeloporan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan: Sosok yang Layak Menjadi Pahlawan Nasional” di Gedung Panti Trisula Perwari, Jakarta Pusat, Senin (10/11).

Acara ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi lintas agama yang kemudian menyatakan dukungan terbuka agar Presiden ke-2 RI, H. M. Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui penandatanganan petisi nasional.

Diskusi dipandu oleh Gangga Listiawan, Bendahara Nasional BEM PTNU, dan menghadirkan tiga pembicara lintas organisasi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembicara pertama, Charles Gilbert, Koordinator Pusat BEM KSI, mengangkat tema “Soeharto dan Warisan Pembangunan Nasional: Fondasi Menuju Indonesia Maju.” Ia menilai Soeharto berhasil membangun pondasi kokoh bagi kemajuan bangsa.

“Soeharto adalah arsitek stabilitas nasional. Ia menata ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun infrastruktur besar yang manfaatnya masih dirasakan hingga kini. Memberikan gelar Pahlawan Nasional kepadanya adalah bentuk keadilan sejarah,” tegas Charles.

Pembicara kedua, Achmad Baha’ur Rifqi, Presiden Nasional BEM PTNU, memaparkan topik “Kemandirian dan Stabilitas Nasional: Alasan Soeharto Layak Menjadi Pahlawan Pembangunan.” Ia menilai bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, pengendalian inflasi, serta pemerataan pembangunan adalah buah dari kepemimpinan Soeharto.

“Pahlawan tidak selalu berjuang dengan senjata. Soeharto berjuang membangun bangsa dari ketahanan pangan hingga kemandirian industri. Ia menjadikan Indonesia berdikari secara ekonomi,” ujar Rifqi.

Baca Juga:  Camat Rafli Apresiasi Pelatihan Penyemaian dan Pembibitan Kopi Liberika di Desa Pedekik

Sementara itu, Ahmad Samsul Munir, Presiden Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia, memberikan perspektif pesantren dalam topik “Keteladanan Soeharto dalam Membangun Bangsa: Dari Pembangunan Desa hingga Ketahanan Nasional.”

“Soeharto membangun dari desa. Program Inpres Desa Tertinggal, pembangunan sekolah, hingga peningkatan ekonomi rakyat adalah bukti nyata keberpihakannya pada akar rumput. Sosok seperti ini pantas dikenang sebagai pahlawan pembangunan Indonesia,” tutur Samsul Munir.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penandatanganan petisi nasional oleh para perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Petisi ini menjadi puncak acara dan simbol dukungan moral mahasiswa agar pemerintah menimbang pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada H. M. Soeharto.

Dalam pernyataannya Charles Gilbert, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan refleksi atas kontribusi besar Soeharto dalam membangun pondasi bangsa.

“Kami tidak menutup mata terhadap sisi gelap sejarah, tetapi juga tidak menutup mata terhadap jasa besar Soeharto. Saatnya bangsa ini menilai secara objektif dan menempatkan beliau sebagai Pahlawan Nasional,” tegas Charles.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 15.00 WIB itu ditutup dengan doa bersama dan deklarasi dukungan. Para peserta menyebut petisi ini sebagai bentuk kesadaran moral generasi muda untuk menghormati jasa Bapak Pembangunan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detakgaruda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Relokasi Kantor Kas Nagoya ke Komplek Newton, Tingkatkan Efisiensi dan Kemudahan Layanan Nasabah
Hadir Hari Mangrove Sedunia, Kasmarni: Mari Kita Tanam Mangrove sebagai Langkah Nyata Jaga Kelestarian Ekosistem dan Benteng Pesisir
Jejak Peredaran Rokok Ilegal di Batam: Siapa Pengendali di Balik Jaringan Manchester dan PSG?
Bupati Kasmarni Berbaur Bersama Masyarakat, Senam dan Cek Kesehatan Meriahkan Hari Jadi ke-514 Bengkalis
Ketua DPRD: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Persatuan Sempena Hari Jadi Bengkalis ke-514
Mahasiswa Kukerta Unri Gelar Art Therapy untuk Pelajar MTs Nurul Jadid Desa Pedekik
Anggota DPRD Bengkalis Hendra Jeje Jaring Aspirasi Masyarakat Desa Bantan Sari
Perkuat Sinergi dan Kebersamaan, LAMR Bengkalis dan Bea Cukai Gelar Gotong Royong
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:40 WIB

BRI Relokasi Kantor Kas Nagoya ke Komplek Newton, Tingkatkan Efisiensi dan Kemudahan Layanan Nasabah

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:11 WIB

Jejak Peredaran Rokok Ilegal di Batam: Siapa Pengendali di Balik Jaringan Manchester dan PSG?

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:03 WIB

Bupati Kasmarni Berbaur Bersama Masyarakat, Senam dan Cek Kesehatan Meriahkan Hari Jadi ke-514 Bengkalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:01 WIB

Ketua DPRD: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Persatuan Sempena Hari Jadi Bengkalis ke-514

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:29 WIB

Mahasiswa Kukerta Unri Gelar Art Therapy untuk Pelajar MTs Nurul Jadid Desa Pedekik

Berita Terbaru